Here, where I write down my mind…

Lebih Bodoh daripada Anak Taman Kanak-kanak

Posted by: Renata Amelia on: April 5, 2012

Saat ini saya dalam perjalanan dari Jakarta menuju Bandung. Untuk menghemat ongkos serta mencoba pengalaman baru, saya gunakan bus jurusan Garut. Nanti saya akan turun di pinggir tol Buah Batu. Hehehe…

Pemandangan di sini sungguh berbeda dari pemandangan apabila saya gunakan jasa travel. Di sini orang-orang duduk di kursi masing-masing, ditambah ada orang-orang yang berdiri di lorong bus. Sebenarnya itu mengganggu kenyamanan penumpang lain, tapi apa mau dikata, meskipun sudah tidak tersedia tempat duduk, kenek bus tetap memasukkan penumpang. Di travel, tidak memungkinkan penumpang berdiri.

Kebetulan sekarang saya duduk di bangku yang bersebelahan dengan lorong. Di samping saya, berjajaran orang berdiri. Ada seseorang yang menarik pernatian saya, bukan karena dia ganteng, tetapi karena saya merasa dia tidak berpendidikan. Pertama, ia makan tahu sumedang. Saya tebak, dia beli dari abang-abang yang suka menawarkan kudapan di terminal. Tahunya dibungkus plastik. Sedari pertama dia makan, pikiran saya terus main tebak-tebakan. Akankah dia mengantongi sampahnya sampai nanti dia menemukan tempat sampah? Ternyata benarlah, tahunya jatuh sebuah. Setelah selesai makan tahu tersisa, plastiknya (ter/di)tarik gravitasi bumi. Kesal aku melihatnya. Saya ingin menegur, tapi nanti dikira siapa.
Kedua, dia membuka botol air mineral yang masih disegel. Lagi-lagi, plastik segelnya (ter/di)tarik gravitasi bumi. Kemudian ia minum dengan tidak ada rasa berdosa.
Ketiga, ada cemilan kecil yang baru saja ia ambil dari dalam tasnya. Ia menyobek pembungkusnya dengan gigi, kemudian sobekannya lagi-lagi (di/ter)tarik gravitasi bumi. Selesainya makan, bungkusnya kali ini tidak ditarik gravitasi bumi, melainkan ia taruh di atas tempat duduk, tempat orang meletakkan tas. Saya kurang tahu apa namanya, kalau di pesawat, tempat itu disebutnya kabin.

Owalah… Orang ini sungguh membuatku kesal. Aku sangsi dia lulus Taman Kanak-kanak (TK). Semenjak bahkan sebelum masuk TK, kita semua pasti pernah diajarkan tidak membuang sampah sembarangan. Anak TK saja tahu. Anda yang sudah berumur lebih dari 20 tahun, masa kalah dengan anak TK? Malu menjadi lebih bodoh dari anak TK.

Tags:

PenyertaanMu Sempurna!

Posted by: Renata Amelia on: February 28, 2012

Kekuatan doa, ya, kekuatan doa.
Terima kasih untuk siapapun (orang tuaku terutama) yang selalu mendoakan keselamatan perjalananku ke manapun aku pergi.

Seperti biasa, setiap Senin subuh kugunakan jasa cititrans untuk membawaku kembali ke Jakarta. Rasa kantuk selalu selalu dan selalu menyelimutiku. Kutidur dengan nyenyak dan terbangun saat mobil telah mendekati poolnya.

Kemarin subuh, aku sempat terbangun sesaat dari tidur lelapku. Kudapati mobil yang kutumpangi ini sedang beristirahat di salah satu rest area tol Cipularang. Hm… “Aneh,” pikirku, “Sepanjang pengalamanku menggunakan jasa cititrans, belum pernah mobil ini berhenti di rest area. Biarlah, aku cuma berharap sampai di Jakarta tepat waktu.” Dan aku pun kembali ke Pulau Impian.

Seturunnya dari Jakarta, seorang teman yang kebetulan semobil denganku bertanya, “Ren, kau lihat tidak tadi ada kecelakaan di tol?”
“Oh iya kah, Bang? Aku tidur sepanjang perjalanan. Hanya bangun waktu mobil berhenti di rest area. Tumben ya cititrans berhenti di rest area. Di mana kecelakaannya, Bang?”
“Itu… Tadi kan kita berhenti di rest area, ya 200 atau 300 meter setelah rest area kita berhenti itu kecelakaannya terjadi.”
“Oh ya?” *kaget*

Wooow! Aku hanya berpikir, sungguh beruntungnya diriku! Terima kasih, Tuhan! Pasti supir cititrans itu berlabuh sejenak ke rest area karena Bapa yang suruh. :) Meskipun aku tak tahu bila mobil cititrans yang kutumpangi tak berhenti di rest area akankah aku tetap terhindar dari kecelakaan tersebut atau tidak, tapi aku percaya penyertaan Bapa sempurna. :) Love You, Daddy!

Badai Cinta Leo Club Distrik 307B

Posted by: Renata Amelia on: February 20, 2012

Permen Cinta

Permen Cinta

Minggu pagi, 19 Februari 2012 serentak anak-anak muda berompikan LEO CLUB Distrik 307B memulai aksi di Surabaya, Jakarta, Pontianak, Bandung, dan Malang. Dengan bermodalkan beribu-ribu permen berbentuk hati, mereka membangkitkan badai cinta di sekitar mereka.

Ya, dalam rangka hari kasih sayang, Leo Clubs membagikan permen cinta kepada orang-orang yang mereka temui. Dengan beragam pemilihan tempat dan cara membagikan, badai cinta mereka tuntaskan.

Permen cinta ini berasal dari seorang anak yang ingin merayakan ulang tahunnya. Apa ya yang bisa berguna bagi sesama? Akhirnya anak ini pun memilih untuk membuat permen dan membagi-bagikannya untuk sesama.

Tujuan pembagian permen ini tak lain dan tak bukan untuk menebarkan kasih secara cuma-cuma pada sesama. Badai! Badai akan menghempas siapapun! Siapapun, kau dan aku, akan merasakan dahsyatnya badai. Badai cinta, siapa yang tidak akan terhempas dan terenyuh akan nikmatnya cinta yang dibagikan? :)

Semoga aksi badai cinta ini benar-benar diteruskan dalam setiap detik hidup kita. Ciptakan badai positif untuk lingkungan kita bersama, badai cinta!

Brosur Cinta

Brosur Cinta

Alas Kaki untuk Indonesia Timur

Posted by: Renata Amelia on: February 1, 2012

Beberapa hari ini potret yang muncul di surat kabar terus menampilkan gambar anak-anak Sekolah Dasar di Indonesia Timur sana tanpa alas kaki berangkat ke sekolah. Padahal  area yang mereka harus lewati bukanlah jalanan aspal rata seperti di kota-kota melainkan tanah yang tentunya becek dan licin bila hujan tercurah dari langit.

Melihat hal tersebut, saya jadi menyadari betapa timpangnya Indonesia Barat (baca: Jawa) dengan Indonesia Timur. Bila dilakukan survei, saya cukup yakin bahwa orang-orang di Indonesia Barat memiliki lebih dari satu pasang alas kaki.

Ada program penyaluran alas kaki untuk anak-anak Sekolah Dasar di Indonesia Timur kah? #hati nurani tergerak untuk membantu mereka

 

Makanan Sehari-hari

Posted by: Renata Amelia on: January 14, 2012

Kembali diambil dari khotbah Pak Ulysses Simanjuntak pada hari Jumat, 13 Desember 2012 dalam rangka perayaan natal Tripatra.

Makanan sehari-hari orang nasrani itu ada tiga:
1. sate
2. gado-gado
3. putu

Wah, ini Indonesia sekali, ya! Makanya Nasrani Indonesia tidak boleh lupa makan tiga jenis makanan ini setiap hari. :)

Sate
Kebanyakan orang pasti sudah tau kalau sate itu kependekan dari saat teduh.

Gado-gado
Istilah baru buatku! Ternyata gado-gado ini berjaga-jaga dan berdoa!

Putu
Putu yang saya tahu sih putu bumbung yang warnanya hijau. Tapi di kehidupan nasrani, putu ini berarti puji Tuhan! Alias selalu beryukur! :)

Terima kasih rekomendasi menu Indonesianya, Pak Ulysses!
Semoga tiga jenis makanan ini jadi makanan rohani wajib seluruh Nasrani Indonesia, bahkan dunia!

SALE TIME in the world…

Posted by: Renata Amelia on: January 14, 2012

Sungguh suatu berkat luar biasa yang dibagikan oleh Pak Ulysses Simanjuntak melalui khotbahnya pada hari Jumat, 13 Januari 2012 dalam rangka perayaan natal Tripatra.

Saya sempat tinggal di Melbourne. Setiap tanggal 27-31 Desember, pasti ada sale di Myer. Dan sale nya benar-benar sale. Barang-barang benar-benar diskon dan murah. Biasanya, tanggal 26 Desember orang-orang sudah survey untuk mengetahui barang yang mereka incar itu letaknya di lantai berapa di sebelah mana. Nanti pada hari-Hnya, mereka tinggal melihat catatan dan langsung menuju “TKP”.
Hari yang ditunggu-tunggu pun datang. Saya beserta istri berangkat pk8. Sesampainya di sana, antrian sudah panjang! Ternyata orang-orang sudah mulai berdatangan semenjak pk4, padahal pintu pertokoan itu sendiri baru dibuka pk9.
Benarlah seketika pintu pertokoan dibuka, kerumunan umat manusia itu menyerbu barang-barang incaran mereka. Kegiatan itu sampai diliput oleh stasiun televisi. Menariknya ada seseorang yang berbelanja dengan amat santai. Selagi orang-orang memasukkan barang-barang secara “rakus” ke dalam troli, ia berjalan-jalan santai sambil sesekali mengambil belanjaan dan memasukkannya ke dalam KERANJANG. Wah, santai sekali orang ini! Si reporter pun akhirnya mewawancarai si orang “aneh” ini.
Reporter : Anda tahu hari ini SALE?
Orang “aneh” : Tahu koq.
Reporter : Kenapa Anda ga ambil banyak barang seperti orang lain? Kalau kehabisan gimana?
Orang “aneh” : Ga apa-apa.
Reporter : Yakin kamu?

Orang “aneh” : Yakin.
Reporter : Kenapa Anda bisa sesantai itu?
Orang “aneh” : Karena yang punya toko ini bapak saya.

 

Begitu mendengar hal ini, saya langsung berpikir, wah, kehidupan di dunia benar-benar sepert ini! Jangka waktu kita hidup di dunia ini bak waktu sale. Rakus-lah kita ingin mencicip segalanya karena khawatir akan tidak akan kebagian. Padahal dunia ini milik Bapa kita. Seperti kata Filipi 4:6, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” Selamat mempraktikannya!

 

setelah kuceritakan ini kepada sahabatku, Viona Wijaya, ia berkomentar, “Ini lagi ngomong buat diri sendiri ya Rat?”
Hm….. Sepertinya iya. ^___^
Tags:

Renata usil: Rakyat Indonesia Setia

Posted by: Renata Amelia on: December 28, 2011

Aku tidak mengerti keadaan di Indonesia ini. Ada orang yang sudah sepuluh tahun jadi tukang becak. Tidak meningkat-ningkat. Seorang tukang cukur bercerita bahwa dia sudah 20 tahun bekerja sebagai tukang cukur. Penghasilannya hampir tetap saja. Bagaimana ini? …Mengapa ada orang Indonesia yang sampai puluhan tahun menjadi pekerja-pekerja kasar yang itu-itu juga. Pengetahuan mereka juga tidak meningkat. Apa bedanya mencukur 3 tahun dengan mencukur 20 tahun? Apa bedanya menggenjot becak setahun dengan sepuluh tahun? Ide untuk maju walaupun dengan pelan-pelan masih sangat kurang di Indonesia ini. Baru-baru ini saya melihat gambar orang tua di majalah. Dia telah 35 tahun menjadi tukang potong dodol pada sebuah perusahaan dodol, Potong-potong …potong terus, tiap detik, jam, hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun …sampai 35 tahun. Masya Allah!

–Ahmad Wahib

 

Diambil dari:
Gie, Soe Hok. 1983. Catatan Seorang Demonstran. Jakarta: LP3S
Kata pengantar dari Daniel Dhakidae, terdapat pada buku cetakan kesepuluh (April 2011) halaman 17

 

Renata usil:
Wow…. Kesimpulannya orang Indonesia itu setia-setia semua ya! :p

2011.12.09 Kutipan Hari Ini

Posted by: Renata Amelia on: December 9, 2011

Suami yang baik, minta pendapat istrinya.
Istri yang (ehm) baik, minta pendapatan suaminya. :)

Tags:

2011.12.09 Tumben, Sudah Bangun! :”>

Posted by: Renata Amelia on: December 9, 2011

Kukedip-kedip mata ini berulang-ulang. Benarkah ini pukul 5 pagi? Bagaimana mungkin aku terbangun sepagi ini? Sungguh aneh, namun rasa syukurlah yang lebih membanjiri diriku.

Udara pagi Jakarta yang lebih sejuk tentunya daripada siang hari menyapaku saat kubuka pintu kamar. Mentari telah bersinar dengan cerahnya dan melukiskan senyum indah selamat paginya untukku. “Hai mentari, selamat pagi juga kuucapkan untukmu! Terima kasih telah bersinar setiap hari untuk kami, umat di bumi!”

Kumulai kegiatanku pagi itu, dan kulihat muka teman-teman kos yang keheranan melihatku tengah beraktivitas.

Sambil memasak, teman kos 1 bertanya, “Wah Renata, tumben sudah bangun?”
Kujawab dengan tersipu malu, “Iya, mbak. Entah mengapa hari ini bangun pagi.”

Kemudian aku naik ke lantai 2, tempat kamarku berada, dan kusapa teman kos 2 yang tengah menjemur baju, “Pagi, mbak…”
Dengan tersenyum dia menjawab, “Pagi Renata…. Tumben sudah bangun…!”

Ehehehehe…… Diriku tampaknya sudah terkenal sebagai si tukang bangun siang. :”>

‘cuek’ seperti Paulus…

Posted by: Renata Amelia on: October 9, 2011

Agrippa: Are you trying to talk me into becoming a Christian? Do you think you can do that in such a short time?

Paul: I don’t care if it takes a short time or a long time. I pray to God for you and all who are listening to me today. I pray that you may become like me, except for these chains.

Taken from Acts 26: 28-29 (NIrV)

Tags:

 

June 2012
M T W T F S S
« Apr    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.